Jumat, 05 Februari 2010
di
01.29
Diposting oleh
Natha Lia
Dengan hormat,
Hal : Penawaran Kesepakatan
Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 28 Desember 2009.
Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 15 Mei lalu pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif. Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan minimal 3 bulan sebelum memasuki tahap permanen.
Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan. Dan kemu dian , setiap tiga bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup.
Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan shooping akan dibagi 2 sama rata antara kedua belah pihak. Selanjutnya didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung bagian yang lebih besar pengeluaran total.
Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yang Anda keluarkan nantinya.
Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat . Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterimah kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan, sepupu bahkan teman dekat anda, apabila Anda menolak penawaran ini.
Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.
Minggu, 31 Januari 2010
di
19.19
Diposting oleh
Natha Lia
Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet yang berinduksi di antara kita Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2 Ah tak sebanding dengan momen cintaku
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro... Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya Energi kinetik cintaku = -mv~ Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna Dengan inersia tak terhingga Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Senin, 18 Januari 2010
di
19.58
Diposting oleh
Natha Lia
Kapan Engkau Datang?
Apakabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu menyertaimu.
Calon suamiku, ... Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat usiaku jelang duapuluh dua tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya. Wahai calon suamiku, ... Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos agar kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu? Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?
Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini. Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang kau dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.
Wahai calon suamiku, ... Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu dengan ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu bersama-sama.
Calon suamiku yang selalu ku nanti,... Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung amanah yang jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya.
Calon suamiku,... Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.
Calon suamiku,... Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu. Dari ku yang merindukanmu
sebuah catatan menjelang usia 22 tahun @ : Natha Lia
Kamis, 24 Desember 2009
di
20.10
Diposting oleh
Natha Lia
A Christmas Wish
A time of year To think of love and sharing A time of peace For the whole world to cherish A time to be with all your friends and family And wish them all A Merry Christmas
Making angles in the snow or sliding down a hill roasting chestnuts on the fire takes away the chill Candy canes and mistle toe and grand-ma’s home made pie Ginger bread and hot co-co You know it’s Christmas time
Seasons come and seasons pass but we still remember the joy we shared on Christmas last looking forward to next December Flowers bloom, then pumpkins grow, then suddenly it starts to snow. Then our hearts are young again You know it’s Christmas time.
On Christmas eve Santa will soon be coming with lots of toys for girls and boys to play with. To see their eyes sparkle like stars above is all we need for a Merry Christmas.... So live your life with kindness and love in your heart and you’ll always have a merry Christmas.
Selasa, 29 September 2009
di
04.32
Diposting oleh
Natha Lia
pagi yang cerah di tengah gurun sahara awan tebal berjalan merayap menutupi surya gema adzan hilang dari sudut sudut kota suara kaki menjerit mencari arah kesunyian tank tank berjalan pasti dalam kehancuran memuntahkan mesiu dalam ratap tangisan yahudi menari diantara luka dan duka manusia tanpa mengenal kata dan makna kehidupan
Hancur dan luluh lanta gaza didalam pertikaian darah mengalir tak tentu arah dan tepian hanya tangisan dan hembusan kematian yang menyakitkan diantara derita perang kemanusiaan.
kuhanya bisa berdiri dan menyaksikan tak mampu memberi hanya duduk didepan televisi tangisan dan kematian menyayat hati yang terdalam tak adalagi rasa kemanusiaan dalam peperangan
berdarakah tuan yang duduk di belakang meja ataukah cukup hanya ucapkan bela sungkawa? ataukah hanya cukup meneteskan air mata? kau hanya mampu memberi kata kata tapi tak mampu mengobati derita
air mata mu jatuh diatas debu kesucian darahmu mengalir sebagai suhada perang yahudi menang takkan lagi terang hanya menambah derita dalam keabadian
Senin, 13 Juli 2009
di
22.51
Diposting oleh
Natha Lia
Terputus asaku oleh jawabanmu Yang tak kuduga kan pernah kudengar Kuharap telingaku berdusta Tapi hatiku tahu, itulah akhir kisah kita Kunyanyikan puisi patah hati Di sela sela mimpi ku yang belum mati. Tapi aku tahu, sekali lagi aku terluka
Apa lagi yang harus kulakukan agar kau mau maafkanku Apa lagi yang perlu kau tahu Kau sudah mengerti di hatiku terpatri bening wajahmu Kenapa kau keruhkan dengan penolakanmu Kau sudah mengerti arti tatapanku Tapi mengapa kau terus paksakan kata kata itu dari bibirku
Kunyanyikan lagu sakit hati Disela sela harapanku yang masih berpendar Tapi dalam hati, aku tahu pasti Sekali lagi aku terluka
Note : *...Puisi ini adalah kenangan masa lalu tetapi untuk mengenangnya maka qu posting sekarang......*
Selasa, 07 Juli 2009
di
02.48
Diposting oleh
Natha Lia
Aku mengalir bagaikan air... Mencari ketenangan di manapun dia berjalan.. AKu terapung atas permukaan hidupku... Yang tenang dan kadang berombak..
Meskipun aku slalu terombang-ambing... Bagaikan biduk yang terhempas badai... Namun kusadari semuanya hanya gerakan.... Agar aku berusaha menjadi yang terbaik... Bagi orang lain dan siapa jua yang memandangku.. Akulah manusia biasa yang mencoba sempurna... Hanya dengan berkata-kata dan menuliskannya... Kurasakan bangga tlah membuat orang lain bahagia..
Tapi aku tetap saja membuat salah Aku pun jua yang membuat dosa Aku pun yang menjadikan duka Dan kecewa sebagai sahabat dalam hidupku
Cinta, duka, kecewa, perasaan, sahabat... Oh semuanya tlah mewarnai jiwaku yang sesak... Aku kembali semua kepada takdir yang kuasa.. Yang buatkan jalan lebar membentang di depan...
Hingga nestapa aku terjatuh suatu ketika.. Kau membangkitkan aku di atas karang... Ya... kau, yang jauh disana... Warna abadi yang memberi kesan indah di hati...
Mengalir bersama-sama mengitari sungai mimpi... Mengalir dalam sebuah sungai harapan... Hingga di hulu yang jauh disana Kita kan bersama melepas rindu ini....
Minggu, 05 Juli 2009
di
01.06
Diposting oleh
Natha Lia
Takdir Adakah kau bisa menjelaskan padaku? Mengapa harus jalan ini yang ku lalui Sungguh teramat berat buat ku Manusia yang begitu rapuh dan lemah ini Malaikat Adakah kau bisa mengatakan pada tuhan Tak bisakah ku merasakan indahnya di cintai Tanpa harus ada rasa sakit dan kehilangan?
Waktu Bolehkah aku memutar kembali masa lalu yang indah itu Saat aku pernah merasa menjadi yang berharga Di sisi seorang kekasih yang akhirnya mengkhianatiku
Cinta Maukah kau menjadikan ku ikhlas Untuk melepaskannnya detik ini.. Mengapa cinta, kau datang dan mengusik kehidupanku Kalau hanya ada luka yang kau beri untuk hatiku
Tuhan Bunuhlah aku, dan lahirkanlah aku kembali Agar semua tentangnya dapat benar-benar terlupakan Agar ku bisa merenda hidupku dengan bahagia
Tuhan Jadikan aku amnesia Ku tak sanggup lagi menjalani waktuku Hanya untuk terus mencoba hidup tanpa dia
Tuhan Dapatkah kau kabulkan permintaan ku ini Atau kau malah tertawa dan mencelaku Karena kau menciptakan manusia paling bodoh Hanya karena cinta itu ku hancurkan hidupku
Tuhan Setidaknya tolong kirimkan malaikat padanya dan sampaikan pesan ku yang terakhir untuknya “Aku membencimu karena ku terlanjur amat sangat mencintaimu” “aku membencimu karena kau membuat ku bingung seumur hidup” “kau terlalu indah untuk kulupakan” dan... “kau terlalu sakit untuk ku kenang selamanya”
Sabtu, 04 Juli 2009
di
01.22
Diposting oleh
Natha Lia
Aku bukan siapa-siapa
Bagiku cinta tak akan pernah menjadi indah Jika dalam sebuah percintaan itu sendiri tanpa adanya suatu pengorbanan . . . . . .
Cinta bagaikan ketika kamu melihat bintang dilangit , , , , kamu hanya cukup melihat sinarnya saja dan tak perlu memilikinya untuk dirimu sendiri....
Walaupun cinta adalah sebuah proses yang begitu membingungkan Namun kehilangan dari sebuah cinta itu akan sangat menyakitkan . . !!!
Ketika jantung begitu berdebar namun beginilah bila kita mencintai seseorang ... apapun yang akan dikatakan membuat hati gembira . . . dan begitu nggak karuan
Apabila yang kamu cintai belum tentu akan memahami perasaan mu ...... bagiku salah bila perasaan hati bisa seenaknya dipermainkan begitu saja.. namun rasa ini begitu kuat melebihi dari segalanya . . . yang dengan sendirinya bisa memaafkan. . .
Cinta tak pernah meminta, ia senantiasa akan memberi... cinta membawa penderitaan tapi ia tak pernah berdendam dimana ada cinta . . . disitulah terdapat kehidupan. . .
Minggu, 28 Juni 2009
di
01.04
Diposting oleh
Natha Lia
Sejak awal kita kenal kau begitu menarik kau begitu indah untukku dan lainnya
Kau selalu punya hal baru untukku Kau berikan aku inspirasi tuk ku menulis, iw3bf7zm2h tuk dendangkan lagu, dan kau berikan ku asa asa yang menjadi hidupku
Kini ku tlah Jatuh Hati padamu Kau terlalu indah untukku Inginku bertemu... Inginku melihat nyatamu
Walau kau tak seindah walau kau tak semenarik bila kita bertemu didunia maya Ku hanya ingin hapus anganku angan akan dirimu
Kini rasa sayangku hadir kini rasa rinduku nyata hanya kau.... Apakah nyata untukku Ataukah kau hanya imajiku
Ku bertanya inginkah kau denganku karena hasratku tlah memburu bahwa kau ku terima dan ku mencintaimu
Dengan keadaan apapun dengan kekuranganmu karena buatku kau adalah keindahan....walau tak nyata
Ku ingin milikimu dalam nyata maupun maya karena... Aku MenCintai Dirimu
* qu posting puisi ini karena puisi ini dari seseorang dan ternyata ada ya cinta dalam dunia maya*
Senin, 22 Juni 2009
di
02.59
Diposting oleh
Natha Lia
Kau yang dulu mencintaiku Dengan sepenuh hati Dengan sepenuh jiwa Dimana senyum manismu Dimanakah tawa canda mu Dimanakah engkau yg selalu ada untukku
Jangan kau gantikan senyumu dengan kesedihan Jangan kau gantikan tawa candamu dengan derai airmata
Karena................. Senyummu adalah bahagiaku Sedihmu adalah tangisku Laramu adalah nestapa untukku
Andai kau tau Senyummu adalah nafas untukku Rohmu adalah jiwaku Cintamu adalah hidupku karena...... Kumencintaimu bukan hanya dengan hatiku Melainkan dengan darah dan jiwaku....
Sabtu, 20 Juni 2009
di
11.30
Diposting oleh
Natha Lia
Lihatlah aku di sini... Kumerasakan bahagia padamu... Ketika air mataku jatuh setelah kecewa... Kini yang aku yakini.. Engkau datang tuk hapuskan luka...
Pabila memang inilah waktunya... Bahagia yang kurasakan padamu... Akan berlanjut hingga ku mati... Tak akan lagi ada kata-kata sedih... Semenjak lalu tlah kurasa...
Mimpiku telah nyata adanya... Dan aku percaya akan satu hal Bahwa cinta ku ini akan berkembang... Bagaikan bunga yang mekar.. Dan akan jadi indah pada saatnya..
Hingga saat penantian itu tiba... Tetaplah dalam rangkulanku.. Kan kuberikan kau kedamaian... Yang memancarkan kebahagiaanku... Dalam kelembutan cinta darimu...
Jumat, 12 Juni 2009
di
03.33
Diposting oleh
Natha Lia
Cukup sudah kemulukan hati.. Tuk menuai janji yang terperi.. Hanya membaur dalam keaslian.. Yang membahana dalam pencarian sejati..
Tiada yang harus dicari.. Tiada yang harus diberi.. Selain bukti dalam menjalani kasih.. Yang sungguh adalah anugerah yang kekal... Haruskah bukti tuk tunjukkan cinta.. Bila terus berkali jatuh di jalanan... Tuk menanggung derita tergilas roda waktu.. Hingga tak sanggup lagi hati ini terobatkan...
Jangan tuaikan lagi janji itu... Karna sudahlah nyata bagiku.. Bahwa cinta sungguh adalah milikmu.. Sampai waktuku meregang nyawa tiba..
Tapi pabila tuk kepastian itu kau minta.. Kukan beri lebih dari apa yang kau inginkan.. Jiwa, raga dan hati inipun bisa kuserahkan.. Agar kau yakin, bahwa kusungguh cinta...
Note :
Puisi ini aq ambil dari file pribadiku... yg mana telah dibuat oleh seseorang yg telah begitu tulus mencintaiku dan rela mengorbankan semua yg ada pada dirinya untuk mendampingiku.........
ku harap cinta dan pengorbanan yg telah dia berikan tidak pernah berubah sampai nafas terakhirku...karena ... ku kan berjanji kan ku berikan seluruh jiwa dan ragaku atas smua cinta yg telah kau beri............
Rabu, 10 Juni 2009
di
12.58
Diposting oleh
Natha Lia
Ketahuilah…Cinta itu bahagia Segalanya begitu indah Bila dunia memahaminya Dan karena kini aku merasakannya
Aku takkan mengingkarinya Dengarkanlah kata hatiku berbicara Ini memang tak sempurna
Tapi….... Seandainya kau kan pergi meninggalkan ku..... Aku takkan kecewa............ Ku tahu cinta itu tak bisa dipaksa Karena itu percuma..... Pastinya sia-sia
Hanya akan membuatmu terluka Dan aku tak ingin melakukannya
Namun bila kau yakini ini semua Tetaplah kau percaya cinta
Karena aku akan selalu ada Bukan untuk meminta...... tapi mungkin cintaku padamu Terlalu dalam.....................
.... Hingga tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
Meski pada akhirnya..................... Aku tahu aku tak bisa menemanimu selamanya Namun ku kan mencoba tuk bahagia
Ku tapak tilas jejak cintanya Ku tangkap ruang dalam senyumnya Benarkah hatinya milikku........
Ku rajut mimpiku bersamanya Ku jajarkan tatapku padanya Apakah ia mencintaiku??????
Ingin ku buat cerita cinta bersama kenangannya Bersama untaian kata yang cukup singkat Ku susun pertemuan awal tanpa sapa Ku hapal hari-hari bersama wajahnya Ku akhiri perpisahan tanpa tatapannya
Bisakah aku cinta kepadanya sepenuh hati Sedang ia terlalu cepat pergi
Bagaimana bisa Aku menyusun cerita cintaku bersamanya Sedang hari-hariku singkat bersamanya
Dan bisakah aku setia menantinya Sedang ia memberiku sedikit kenangan
Senin, 08 Juni 2009
di
23.29
Diposting oleh
Natha Lia
Aku sudah tak bisa menangis... karena sudah tak ada air mata lagi... aku sudah tak bisa berdoa... karena sudah tak ada kata lagi... aku sudah tak bisa berusaha... karena sudah tak ada kekuatan lagi...
kenapa kamu masih belum mengerti... apa arti dirimu untukku... kenapa kamu masih belum sadar... apa arti hadirmu untukku... kenapa kamu masih belum melihat... apa arti KAMU untukku....
bisakah kamu sadar ?? mengerti?? melihat?? apalagi merasa??... memang aku hanya mondar mandir di depanmu setiap hari... memang aku hanya jadi teman biasa untukmu.. tapi cobalah sadar, mengerti, lihat, dan rasakan... apa arti KAMU bagiku...
sudah lah.... aku tak kuat lagi... maafkan aku kalau aku membisu... bukan karena aku lelah... bukan karena santunku hilang... tapi memang... hati ini sudah tak mengerti hadirmu... hati ini sudah mencapai batas untuk terus maju... hati ini sudah tak bisa lagi menjadi yang terbaik bagimu...
tapi ya biarlah yang berlalu, berlalu... dan aku akan selalu menunggu di sini dalam kesunyian... kembali meratapi apa yang harus ku cari... dan memang ada yang lebih baik untukmu....
Minggu, 07 Juni 2009
di
23.10
Diposting oleh
Natha Lia
Indahnya janji yang pernah terikrar Manisnya cinta yang pernah tercipta Bagaikan mimpi yang tak pernah berakhir Sejak kau gantung cinta ini
Meski bibir tak mampu berucap Meski mulut tak mampu berkata Namun bulan dan bintang telah pahami Betapa tulus cinta ini untukmu
Jika rindu ini menjenuh kanmu Jika sayang ini menyakit kanmu Jika cinta ini membuatmu menjauh Aku rela engkau membenci cintaku Bukannya hati ini tak sakit Bukannya hati ini tak hancur Bukannya hati ini tak perih Hanya kepasrahan yang mengiringi
Terimakasih cintaku Untuk kenangan yang pernah kau beri Satu ikrar untukmu Tak akan kumencari pengganti
Kamis, 04 Juni 2009
di
21.47
Diposting oleh
Natha Lia
Cinta itu hutan meneduhkan, cantik tapi kadang kita tersesat di dalamnya Cinta itu matahari panas membakar tapi ia berguna Cinta itu hujan selalu kita berlari agar tak terguyur tapi selalu kita kenang saat kemarau menyerang
Cinta itu awan kadang berarak beriringan kadang hilang tak tahu kemana Cinta itu kamu kadang menyebalkan tapi juga kurindukan
Rabu, 03 Juni 2009
di
23.58
Diposting oleh
Natha Lia
“Adakah telapak tanganmu berkeringat, hatimu berdebar kencang dan suaramu tersekat di dadamu?" Itu bukan Cinta, itu SUKA.
Adakah kamu tidak dapat melepaskan pandangan mata darinya? Itu bukan Cinta, itu NAFSU.
Adakah kamu menginginkannya karena kamu tahu ia ada di sana? Itu bukan Cinta, itu KESEPIAN.
Adakah kamu mencintainya karena itulah yang diinginkan semua orang? Itu bukan Cinta, itu KESETIAAN.
Adakah kamu tetap mengatakan kamu menyintainya karena kamu tidak ingin melukai hatinya? Itu bukan Cinta, itu BELAS KASIHAN. Adakah kamu menjadi miliknya karena pandangan matanya membuat hatimu melompat? Itu bukan Cinta, itu TERGILA-GILA.
Adakah kamu memaafkan kesalahannya karena kamu mengambil berat tentangnya? Itu bukan Cinta, itu PERSAHABATAN.
Adakah kamu mengatakan padanya bahwa setiap hari hanya dia yang kamu fikirkan? Itu bukan Cinta, itu DUSTA.
Adakah kamu rela memberikan semua perkara yang kamu senangi untuk kepentingan dirinya? Itu bukan Cinta, itu KEMURAHAN HATI.
Tetapi
Adakah kamu tetap bertahan karena campuran antara kesakitan dan kegembiraan yang membutakan dan tak terfahami … menarikmu mendekati dan tetap bersamanya? ITULAH CINTA. Apakah kamu menerima kesalahannya karena itu bagian dirinya dan siapa dirinya? Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu tertarik dengan orang lain tapi setia dengannya tanpa penyesalan? Jika demikian, ITULAH CINTA.
Adakah kamu menangis kerana kesakitannya walaupun saat itu dia kuat? ITULAH CINTA.
Adakah hatimu sakit dan hancur ketika dia bersedih? ITULAH CINTA.
Adakah hatimu gembira ketika dia berbahagia? ITULAH CINTA.
Adakah matanya melihat hatimu dan menyentuh jiwamu begitu mendalam sehingga menusuk? Yang demikian itulah namanya CINTA